Merancang Suatu Bentuk Pelatihan yang Ideal

Salah satu kelemahan utama instruktur di HMI adalah kemampuan merancang pelatihan. Hal tersebut aku sadari betul setelah seharian kemarin bersama fasilitator TMT belajar bagaimana membuat rancangan yang rapi dan juga sangat detil. Mulai dari awal hingga akhir suatu pelatihan. Awalannya pun bukan sekedar sehari dua hari sebelum pelatihan, melainkan lebih jauh dari itu dengan menariknya ke awal penyusunan konsep yang benar-benar matang.

Iklan

Menuju Sosok Seorang Fasilitator

Untuk hari Rabu (10/10) ini, materi utama yang akan kami serap adalah Benchmark Fasilitator. Materi yang sungguh menarik dan sarat akan muatan yang penuh makna. Salah satu kesimpulan penting dari materi tersebut adalah penggunaan istilah ‘fasilitator’ sebagai ganti dari istilah ‘narasumber,’ atau ‘instruktur,’ atau bahkan ‘master.’ Fasilitator menjadi padanan yang tepat bagi istilah┬átrainer sebagaimana yang sudah aku singgung pada catatanku sebelumnya.

Menatap Arah Baru Perkaderan Pengelola Pelatihan di HMI

Secara sederhana, TMT bermaksud untuk menambal kekurangan-kekurangan yang tidak teratasi oleh perkaderan pengelola pelatihan seperti Senior Course dan Training Instruktur. Yakni kemampuan/ keterampilan (skill) yang mencakup perencanaan, pengelolaan, dan pengevaluasian pelatihan.