Instruktur HMI dan Kesadaran Kebersihan, Kerapihan, dan Keteraturan

Kesadaran kebersihan, kerapihan, dan keteraturan jarang dimiliki oleh kita, sebagai instruktur HMI dewasa ini. Tidak heran jika arena pelatihan selalu tampak kotor, berantakan, dengan berkas-berkas terlempar ke sana sini. Selepas training, hampir tidak ada arsip yang kemudian dapat dijadikan acuan bagi evaluasi maupun sebagai yurispudensi pengelolaan di masa mendatang. Kader-kader HMI punya Pedoman Perkaderan yang […]

Kabar Gembira Dari Pontianak

Catatan Mengenai Kemenangan HMI Pada Pilpresma IAIN Pontianak Siang tadi, aku menerima selentingan kabar yang cukup menggembirakan. Dalam suasana siang yang menyenangkan dengan ditemani oleh karya sastra menawan dari Knut Hamsun yang baru saja mulai aku baca, kabar tersebut menambah rasa senang di hatiku. Kabar tersebut datang dari kota yang baru-baru ini saja aku tinggalkan […]

Merancang Suatu Bentuk Pelatihan yang Ideal

Salah satu kelemahan utama instruktur di HMI adalah kemampuan merancang pelatihan. Hal tersebut aku sadari betul setelah seharian kemarin bersama fasilitator TMT belajar bagaimana membuat rancangan yang rapi dan juga sangat detil. Mulai dari awal hingga akhir suatu pelatihan. Awalannya pun bukan sekedar sehari dua hari sebelum pelatihan, melainkan lebih jauh dari itu dengan menariknya ke awal penyusunan konsep yang benar-benar matang.

Menuju Sosok Seorang Fasilitator

Untuk hari Rabu (10/10) ini, materi utama yang akan kami serap adalah Benchmark Fasilitator. Materi yang sungguh menarik dan sarat akan muatan yang penuh makna. Salah satu kesimpulan penting dari materi tersebut adalah penggunaan istilah ‘fasilitator’ sebagai ganti dari istilah ‘narasumber,’ atau ‘instruktur,’ atau bahkan ‘master.’ Fasilitator menjadi padanan yang tepat bagi istilah trainer sebagaimana yang sudah aku singgung pada catatanku sebelumnya.

Menatap Arah Baru Perkaderan Pengelola Pelatihan di HMI

Secara sederhana, TMT bermaksud untuk menambal kekurangan-kekurangan yang tidak teratasi oleh perkaderan pengelola pelatihan seperti Senior Course dan Training Instruktur. Yakni kemampuan/ keterampilan (skill) yang mencakup perencanaan, pengelolaan, dan pengevaluasian pelatihan.

Esensi Nilai Kemanusiaan Ada Pada Kerja-kerja Sosial

Pada Jumat (22/9) lalu aku bersama kawan-kawan HMI cabang Pandeglang mengaji NDP HMI pada BAB ini. Kajian yang sudah menginjak kali keempat itu terselenggara di sela-sela Basic Training HMI Komisariat STAIBANA, Pandeglang. Hadir dalam kajian tersebut anggota HMI cabang Pandeglang dari berbagai Komisariat.

Landasan Perjuangan Pembangunan Peradaban Islam yang Modern di Indonesia

Ulasan Buku: Islam, Doktrin dan Peradaban Salah satu tugas yang dibebankan kepada kami pasca mengikuti Training of Trainer (TOT) NDP HMI adalah menyelesaikan bacaan atas beberapa buku yang telah ditentukan dan juga menulis review atau ulasan atas buku-buku tersebut. Buku-buku yang harus kami baca adalah karangan Nurcholish Madjid atau yang kerap akrab disapa Cak Nur. Sebagai perumus NDP HMI, […]

Ngaji NDP Bersama Kawan-kawan HMI Cabang Pandeglang

Akhir pekan ini menjadi suatu momentum yang menyenangkan bagiku. Berawal dari obrolan lepas bersama Fikri Anidzar Albar, kawan seperjuanganku pada LK2 HMI cabang Cilegon 2015 yang kini menjabat sebagai Ketua Umum HMI cabang Pandeglang, aku berkesempatan mengaji Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI bersama kawan-kawan HMI cabang Pandeglang. Selepas Training of Trainer (TOT) NDP HMI yang […]

Antara Pengelola Perkaderan dan Penyelenggara Perkaderan

Dalam peran dan fungsinya, posisi Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI adalah sebagai pengelola. Dalam artian BPL bertanggungjawab atas kualitas pelatihan/ perkaderan dan memiliki wewenang untuk bagaimana caranya agar kualitas yang diharapkan tersebut dapat tercapai. Namun posisi BPL ini akan timpang dan tidak dapat berjalan dengan baik, atau bahkan mandeg sama sekali jika tidak ada dukungan […]