Ngumpul

Sulit mencari alasan yang tepat mengajak kawan-kawan sehimpunan untuk duduk bersama berbagi cerita. Di zaman di mana kepentingan-kepentingan sebegitu pentingnya ini, sekedar alasan “silaturahmi” seringkali tidak mendapatkan tanggapan yang berarti.

Meskipun begitu, diskusi selalu menarik perhatian seorang kader. Diskusi apapun itu. Baik hal-hal yang remeh temeh hingga hal-hal besar dengan urgensi yang spesial. Semuanya akan menarik jika didiskusikan. Apalagi jika ada sentuhan-sentuhan kepiawaian dalam bercanda dan memancing tawa. Selama ini, alasan seperti itu masih efektif. Ketimbang alasan-alasan lain. Idealis, maupun pragmatis.

Namun inti dari pertemuan itu mestilah tetap adalah silaturaHMI. Demi membangun suatu ikatan emosional. Suatu keakraban yang hangat. Suatu perbedaan yang layak dirayakan.

Iklan

Aku rasa semua orang pernah merasakannya; ada waktu di mana kita mengagumi beberapa orang karena…

Aku rasa semua orang pernah merasakannya; ada waktu di mana kita mengagumi beberapa orang karena perubahan-perubahan yang dibawa oleh orang tersebut ke dalam kehidupan kita. Kita melihat mereka seperti kita melihat bintang-bintang di langit; jauh, namun sangat ingin tuk digapai. Mereka menjadi inspirasi kita dalam menjalani hari-hari dan merajut mimpi-mimpi. Karena obsesi untuk mengejar mereka lah kita mempelajari banyak hal dan melakukan banyak hal.

Aku rasa semua orang pernah merasakannya; ketika waktu dan takdir akhirnya membukakan jalan bagi kita, ketika kita akhirnya sampai pada letak bintang-bintang yang dulu hanya bisa kita pandangi dari bawah, ketika kita akhirnya berpijak pada pijakan yang sama dengan orang-orang yang kita kagumi dulu itu, kita sadar bahwa ternyata mereka tidak lah sebegitu istimewanya, dan apa-apa yang mereka capai itu ternyata biasa saja, yang toh dapat juga kita capai dengan lebih mudah, dan bahkan kita capai dengan hasil yang lebih mengagumkan dan waktu yang jauh lebih singkat. Kita membandingkan diri kita dengan mereka, ketika mereka berada pada pijakan ini, berapa usia mereka? Ternyata usia mereka pada saat itu jauh lebih tua dari kita yang juga berada pada pijakan yang sama pada saat ini.

Aku rasa semua orang juga pernah merasakannya; pencapaian-pencapaian yang kita rasa sudah sangat terlambat. Kita menyesal mengapa pencapaian ini tidak datang dari dulu dan betapa kita telah menyia-nyiakan waktu dan usia kita. Kita terhenyak dan sadar bahwa pencapaian-pencapaian tersebut sangat penting dan berarti dalam hidup kita namun kita lagi-lagi menyesal pencapaian tersebut datang di saat usia kita sudah tinggal sehelai dua helai saja.

Kita Tidak Bisa Mengubah Takdir

Tapi kita juga tidak tahu sama sekali bagaimana wujud takdir tersebut kecuali ia telah terjadi. Takdir unik karena terletak di luar jangkauan pengetahuan manusia. Oleh karena itu kita tidak punya pilihan lain selain dari menempuh berbagai macam pilihan dan mengerahkan segala macam daya dan upaya untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan.

Postingan Pertama di Medium

Aku baru pertama kali mendengar mengenai Medium ini dari berita-berita berbahasa Inggris yang memberitakan mengenai perubahan radikal yang terjadi pada Facebook Notes (Catatan). Mereka semua menulis bahwa Facebook mengikuti gaya Medium sebagai suatu platform blog. Berbeda dari mereka, aku ketika pertama kali menyadari perubahan tersebut langsung menunjuk Tumblr. sebagai platform yang diikuti Facebook dalam masalah ini.

Nampaknya Medium juga adalah suatu platform blog semisal WordPress dan Tumblr. Kelebihannya dibandingkan platform blog yang lainnya, yang aku tangkap pada kesan pertama adalah kesederhaan tampilan antar muka dan kepenulisan.

Ketika menulis di Tumblr menggunakan web browser Chrome aku kadang fruastasi karena ada lag yang sangat mengganggu ketika menulis. Ada jeda sedetik dua antara penekanan tombol keyboard dengan respon darinya. Medium ini, sedikit banyak memberikan semangat dan angin segar.

%d blogger menyukai ini: