Hari Jumat lalu, 04 Januari 2018 pasca salat Ashar, aku berkesempatan menghadirkan diskusi rutin yang diselenggarakan oleh HMI cabang Pontianak Komisariat Dakwah.

Sebelumnya, selepas salat Jumat di Masjid Agung al-Mujahidin, aku dan kawanku, Albi, yang juga merupakan anggota HMI dari Komisariat Dakwah, menemui kanda Saiful Bahri, senior HMI cabang Pontianak Komisariat Syariah, di Taman Catur UNTAN (Universitas Tanjungpura). Rencananya, aku akan menghabiskan waktu siang di Asrama Mahasiswa Kubu Raya yang merupakan kediaman kanda Saiful sedangkan Albi pergi mengikuti kelas perkuliahan.

Selepas Ashar, aku bersama kanda Saiful melucur menuju Kampus Hijau IAIN Pontianak. Setelah mengantarku, dia meminta izin untuk menghadiri rapat PRIMARAYA (Perhimpunan Mahasiswa Kubu Raya) dan berjanji akan menjemputku selepas diskusi nanti.

Diskusi ini mengambil tempat di Taman Biro AUK di kompleks IAIN Pontianak. Dengan dihadiri oleh sekitar 20an anggota Komisariat Dakwah, dan juga beberapa orang dari komisariat lainnya, diskusi dimulai pada pukul setengah empat sore.

Pemateri pada diskusi kali ini, yunda Fauziah Husnaini, senior Komisariat Dakwah dan juga instruktur BPL HMI cabang Pontianak, membuka diskusi dengan ungkapan reflektif,

Tahun baru dihabiskan dengan dua cara, hura-hura yang sia-sia atau dengan sesuatu yang bermanfaat. Mereka yang menghabiskan waktu tahun baru untuk hura-hura, termasuklah ke dalam kalangan yang merugi sebagaimana termaktub dalam surat al-Ashr ayat 02.

Kemudian yunda Fauziah mulai memaparkan materinya yang berkutat pada refleksi mengenai harapan mahasiswa, khususnya kader HMI Komisariat Dakwah ke depannya. Harapan yang baik bagi kehidupan mahasiswa itu sendiri.

Yunda Fauziah juga banyak menyinggung mengenai harapan-harapan (atau dengan kata lain, ekspektasi) yang ada di pundak para anggota HMI dari Komisariat Dakwah. Bagaimana mereka harus bisa menyolidkan diri dengan membangun ikatan emosional yang kuat, baik ke atas, ke senior-senior HMI, maupun ke bawah, ke junior-junior yang baru-baru saja ditahbiskan menjadi anggota. HMI kuat karena silaturahmi. Ketika silaturahmi itu kendor, maka HMI akan melemah, tegasnya.

Bagi yunda Fauziah, mahasiswa haruslah memiliki tujuan yang terarah. Dengan langkah-langkah yang terperinci. Jangan sampai larut dalam kenyamanan. Beliau bahkan menyarankan agar langkah-langkah untuk mewujudkan harapan tersebut tercatat dalam suatu bentuk tulisan yang dapat dilihat kembali sebagai alat ukur pencapaian harapan-harapan tersebut di masa depan.

Diskusi ini juga dihiasi dengan tanggapan-tanggapan yang datang dari peserta diskusi. Salah satu tanggapan yang menarik datang dari salah seorang anggota HMI dari Komisariat Dakwah.

Menurutnya, ada degradasi kesadaran para anggota HMI dalam menghadiri kegiatan-kegiatan keilmuan. Degradasi ini kemudian mengakibatkan lemahnya kualitas intelektual mereka.

Tanggapan ini disambung dengan pertanyaan; apa mimpi ketua Komisariat Dakwah bagi perkembangan komisariat depannya? Pertanyaan ini dijawab oleh yunda Desy, selalu ketua umum Komisariat Dakwah, dengan pernyataan bahwa mimpinya adalah bagaimana agar anggota bisa menjadi kader-kader berkualitas.

Sungguh suatu mimpi yang besar yang membutuhkan kerja keras yang betul-betul serius untuk mewujudkannya jika mengingat mengenai degradasi yang sudah disebutkan tadi.

Diskusi terus berlanjut tanpa terasa hingga penghujung senja. Setelah ditutup dengan foto bersama, masing-masing peserta diskusi mulai kembali ke kehidupan pribadi mereka masing-masing.

Aku sendiri masih menunggu beberapa saat sembari bercengkrama dengan kawan-kawan anggota Komisariat Dakwah mengenai dinamika yang terjadi di kampus mereka. Menarik menyimak pemaparan mereka mengenai dinamika tersebut yang mana mereka tidak lama lagi akan menggelar pemilihan presiden mahasiswa.

Tak lama kemudian kanda Saiful datang menjemputku dan kami pun kembali ke Asrama Mahasiswa Kubu Raya.

Iklan

Diterbitkan oleh Ahmad D. Rajiv

Ahmad D Rajiv, Penulis dan Penerjemah.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: